Sabtu, 05 April 2014

MENGINTIP KEHIDUPAN MALAIKAT (MKM - 1)





SIAPA ITU MALAIKAT ?


Secara garis besar, makhluk Allah terdiri dari makhluk syahadah (fisik, bendawi) dan makhluk ghaib (non fisik, psikis).
Yang dimaksud makhluk syahadah adalah makhluk yang bersifat fisik / bendawi yang dapat diindera dengan pancaindera. Makhluk ini ada yang tergolong benda mati (abiotik) seperti benda-benda langit (bintang, matahari, planet, komet), gunung, bumi, bebatuan, air, angin, dan sejenisnya, dan ada yang tergolong benda hidup (biotik) seperti manusia, hewan, tetumbuhan, pepohonan dan sejenisnya.
Sedangkan yang dimaksud makhluk ghaib adalah makhluk yang bersifat non fisik / non bendawi yang tidak dapat diindera dengan pancaindera, namun dapat dirasakan kehadirannya. Makhluk makhluk ghaib  ini terdiri dari Malaikat dan Jin. Tidak ada makhluk ghaib selain keduanya. Adapun Iblis dan setan adalah dari golongan jin. Demikian pula makhluk-makhluk ghaib (halus) yang dipercaya masyarakat pada umumnya seperti kuntianak, jerangkong, banaspati, pocongan, memedi, gendruwo, wewe, nyi roro kidul (ratu pantai selatan), sundel bolong, nyi blorong, dan lain-lain, semuanya termasuk golongan JIN.  
Sekalipun malaikat tidak dapat dilihat bentuk fisiknya, namun kita wajib mengimani keberadaannya. Bahkan, mengimani keberadaan malaikat termasuk rukun iman yang kedua.
Nabi bersabda :
اَ ْلإِيْمَانُ اَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَ مَلاَئِكَتِهِ وَ كُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ وَ بِالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ
Iman ialah kamu percaya kepada adanya Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul/nabi-Nya, hari kiamat dan kepada takdir baik-buruk-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)


1. Penciptaan Malaikat

Malaikat adalah makhluk ghaib Allah yang tidak dapat diindera dengan oanca indera, yang diciptakan dari "Nur" atau cahaya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh 'Aisyah, bahwa Nabi Saw bersabda : "Malaikat diciptakan Allah dari "nur" (cahaya), jin diciptakan-Nya dari "Nar" (percikan api), dan Adam (manusia) diciptakan-Nya sebagaimana yang telah dijelaskan kepadamu (yakni tanah)". (HR Muslim)
Riwayat dari Ikrimah mengatakan, bahwa malaikat diciptakan dari "Nur al-'Izzah" (Cahaya keagungan SWT) dan Jin diciptakan dari "Nar al-'Izzah" (api keagungan Allah SWT). Riwayat lain dari Abdullah bin 'Amr, bahwa malaikat diciptakan dari Cahaya kedua hasta (tangan sampai siku) dan Dada Allah SWT.  Namun kedua riwayat ini sangat lemah dan tidak dapat diterima, karena sangat besar kemungkinannya diambil dari cerita Isroiliyat.
Penciptaan malaikat lebih dahulu daripada penciptaan manusia. Hal ini tergambar dari dialog antara Allah dan para malaikat sewaktu Nabi Adam akan diciptakan, sebagaimana yang diabdaikan Allah dalam QS Al-Baqoroh : 30  :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
 

2. Tempat Tinggal malaikat

Tempat tinggal malaikat di langit, sesuai firman Allah :
تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Asy-Syu'ara' [42] : 5)

Mereka berada di sisi Allah (QS Fush-shilat [41] : 38). Mereka turun ke bumi pada saat diperintahkan Allah untuk menjalankan tugas tertentu : 
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
"Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa".(QS Maryam [19] : 64)

7 komentar: